Thursday, May 7, 2020

thumbnail

Review Yesterday wo Utatte: Cinta Ga Harus Berujung Jadi Pacar

Mungkin sudah ada banyak web lain yang membuat review Yesterday wo Utatte dengan nilai yang di atas rata – rata. Meskipun bisa dibilang anime baru dari manga yang kurang dikenal, tapi Sing “Yesterday” for Me ini membawa angina segar dari industry anime yang belakangan penuh sama genre – genre ecchi, harem, isekai, yang rasanya kaya cuma fan services.

Review Yesterday wo Utatte


Meskipun sama – sama punya genre slice of life dan romance, tapi Yesteday wo Utatte hadir dengan latar cerita yang beda. Bukan kisah cinta anak sekolah, tapi anime ini punya latar cerita seputar orang dewasa yang udah terjun ke “society” dan udah punya mindset kalo cinta bukan segalanya. Jadi ga setiap episode – nya berupa drama yang cheesy, walaupun ada sih berapa scene yang lumayan drama banget.

Jadi karna anime Yesterday wo Utatte lagi naik daun & saya baru selesai baca manga-nya 2 hari lalu, sekarang saya akan bahas tentang review Yesterday wo Utatte. Tapi karna animenya sekarang baru rilis 5 episode, saya bakal bahas kebanyakan dari manga-nya yang udah tamat duluan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>> SPOILER ALERT <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Sinopsis Yesterday wo Utatte


Anime Sing “Yesterday” for Me ini bercerita tentang Rikuo Uozumi (Chikahiro Kobayashi , pria ambisius tapi pengangguran yang baru lulus dari kuliahnya tahun ini. Di masa – masa kuliahnya, Rikuo punya teman dekat bernama Shinako Morinome (Kana Hanazawa). Karena menghabiskan banyak waktu selama kuliah, Rikuo mulai punya rasa cinta pada Shinako.

Namun setelah hari kelulusan, Shinako kembali ke kampung halamannya, Kanazawa, dan meninggalkan Rikuo. Dan Rikuo hidup tanpa arah, tanpa pekerjaan, tanpa banyak bersosialiasi dan hanya mengandalkan pekerjaan part – time di minimarket untuk bertahan hidup.

Suatu hari, Rikuo bertemu dengan gadis aneh yang membawa burung gagak bernama Haru Nonoka (Yume Minamoto). Haru secara tidak langsung mengungkapkan rasa cintanya kepada Rikuo, meskipun ia belum mengenalnya dan ia tahu bahwa Rikuo menyukai Shinako.

6 bulan setelah hari kelulusannya, Shinako kembali ke Tokyo, tempat Rikuo tinggal, dengan membawa kenangan dari masa lalunya. Ternyata selama ini, Shinako menutup  hatinya karena trauma, atau bisa dibilang kenangan pahit, yang ia miliki di kampung halamannya di Kanazawa.

Di sisi lain, ada satu teman masa kecil Shinako bernama Rou Hayakawa (Natsuki Hanae) yang juga memiliki perasaan cinta pada Shinako. Namun berbeda dengan Rikuo, rasa cinta Rou pada Shinako tumbuh karena mereka tumbuh bersama sejak kecil. Bahkan kenangan pahit yang dimiliki Shinako berhubungan dengan keluarga Hayakawa.

Jadi intinya, Yesterday wo Utatte ini bercerita tentang kisah cinta segitiga (atau segiempat xD) antara Rikuo, Shinako, Rou, dan Haru. Kemudian akan ada Yuzuhara (Kitamura Eri), Minato (Yuuki Ono), Rio, dan Amamiya yang akan mengisi cerita dan menjadi supporting character.



Love Trauma


Kaya yang udah disinggung sebelumnya, ada satu hal yang bikin Rikuo ditolah Shinako meskipun mereka berdua udah deket selama bertahun – tahun. Yaitu karena trauma, atau bisa dibilang kenangan pahit, yang dialami Shinako waktu ia masih di kampung halamannya, Kanazawa.

Review Yesterday wo Utatte


Rumah keluarga Morinome di Kanazawa bersebelahan dengan rumah keluarga Hayakawa. Jadi di masa kecilnya, Shinako sering main di rumah Yuu Hayakawa, anak paling tua di keluarga tersebut. Bahkan antara keluarga Morinome dan Hayakawa sudah seperti satu keluarga sendiri.

Tapi ada satu hal yang bikin keluarga Hayakawa menganggap Shinako kaya keluarga. Yaitu karena ibu dari Yuu Hayakawa meninggal tidak lama setelah melahirkan anak keduanya. Memang keluarga Hayakawa ini punya riwayat kondisi jantung yang lemah secara turun temurun. Kondisi yang sama juga dimiliki Yuu.

Meskipun pintar dan aktif di sekolah, Yuu punya fisik yang lemah dan tubuhnya sakit – sakitan. Setiap bulan ia harus disuntik untuk membantu kerja jantungnya.

Ketika Yuu sakit, Shinako lah yang merawatnya setiap hari. Dari situ tumbuh perasaan cinta Shinako pada Yuu. Shinako bahkan memasak dan merawat untuk Yuu dan keluarga Hayakawa setiap malam. Hingga ia sudah terlihat seperti istri meskipun masih sekolah dibangku SMA.

Review Yesterday wo Utatte


Satu hal yang membuat kondisi semakin parah adalah, keduanya tidak pernah mengungkapkan perasaan satu sama lain. Bahkan hingga Yuu meninggal tidak lama sebelum lulus SMA. Hal ini menjadi trauma berat untuk Shinako karena harus kehilangan orang yang dicintainya di usia yang masih muda dan Shinako tidak pernah punya kesempatan untuk menyatakan cintanya.

Meskipun di hari kematian Yuu Shinako tidak nangis sama sekali, tapi semua orang disekitarnya tahu kalo dia memendam kesedihan yang sangat dalam. Parahnya lagi, ia tidak melampiaskan kesedihan tersebut. Shinako hanya memandang pohon cherry blossom dari depan kamar Yuu semalaman tanpa bicara satu kata pun. Dan hingga bertahun – tahun, Shinako tidak pernah mengatakan masa lalu dan love trauma yang ia miliki kepada siapa pun.

Review Yesterday wo Utatte


Kejadian ini membuat adik dari Yuu, Rou Hayakawa, berjanji pada dirinya bahwa ia harus menikahi Shinako dan mengisi kekosongan dihatinya yang diciptakan oleh kakaknya sendiri.

Tapi, “The most passionate loves might be the most hurt”. Perasaan Shinako pada Yuu yang terlalu dalam, membuatnya tidak bisa membuka hati kepada orang lain. Bahkan setelah ia lari dari realita dengan pindah ke Tokyo, bertemu Rikuo dan coba memulai hubungan baru.

Apalagi setelah bertemu dengan Rou di Tokyo, Shinako tetap melihat Rou sebagai sosok adik. Bahkan Rou membuatnya terus terbayang kenangan tentang Yuu yang justru membuatnya semakin sedih.

Memang dalam kasus love trauma seperti ini, butuh bertahun – tahun buat seseorang bisa kembali buka hatinya untuk orang lain setelah melewati kesedihan. Apalagi kasus love trauma ini bukan gara – gara di tinggal selingkuh, physical abuse, atau ga dapet restu. Tapi gara – gara ditinggal selamanya pas lagi sayang – sayangnya TnT.



Friendship, Love, & Family


Karna anime Yesterday wo Utatte ini bergenre romance, garis besar ceritanya udah pasti tentang kisah cinta. Tapi ada satu hal yang beda dari manga & anime lainnya, yaitu ada lebih dari satu bentuk cinta yang muncul di sini. Mulai dari cinta sebagai teman (friendship), ada cinta sebagai keluarga (family), dan ada yang murni cinta sebagai pasangan (love).

“Love exist in different forms based on who we love” mungkin menjadi kalimat yang bisa menggambarkan semua plot Sing “Yesterday’ for Me ini. Karena sederhananya, ada 4 orang di satu lingkungan yang sama dengan bentuk cinta yang beda pada masing – masing individu.

Di kasus Shinako & Rikuo, mereka berdua mulai hubungan sebagai teman kuliah. Di episode – episode awal anime maupun manga – nya dijelasin kalo Rikuo ngerasa nyaman sama perhatian Shinako dan ingin perhatian yang sama bisa terus ia rasakan selamanya. Tapi apa itu namanya perasaan Romantic love atau murni perasaan cinta? Belum tentu juga.

Walaupun kedengaran cliché, tapi perhatian Shinako pada Rikuo cuma sebatas teman dekat aja. Hal ini karena masa lalu Shinako yang belum bisa membuka hati karena Love Trauma yang ia miliki.

Review Yesterday wo Utatte


Pada kasus yang lain, Rou yang pertama kali memulai hubungan dengan Shinako sebagai teman kecil atau childhood friend yang sangat dekat hingga seperti keluarga, juga punya cinta yang sama dengan Shinako. Sebenarnya perasaan Rou pada Shinako ini pertama kali muncul ketika ia melihat Shinako termenung di depan pohon cherry blossom di malam Yuu meninggal. Sejak saat itu, ia sadar bahwa dirinya harus bisa membahagiakan Shinako, hal yang justru tidak bisa dilakukan oleh Yuu, kakaknya.

Tapi Shinako menganggap Rou sebagai keluarga dan adik kecilnya saja. Bukan hanya karena Shinako belum bisa membuka hatinya untuk cinta yang baru, tapi dalam kasus Rou ini mereka berdua juga tumbuh bersama dari kecil. Sehingga bentuk cinta yang dirasakan oleh Shinako adalah family love.

Tapi gimana dengan perasaan Shinako kepada Yuu? Mereka berdua juga tumbuh bersama bahkan mereka ada di satu kelas yang sama di SMA. Apa perasaan Shinako pada Yuu cuma sebatas family love sebagai keluarga? Atau bahkan hanya karena Shinako kasihan pada Yuu dengan kondisi fisiknya yang lemah dan sakit – sakitan.

Kalo berdasarkan manga – nya, pertanyaan ini dijelaskan pada sekitar volume pertama dimana Shinako bilang bahwa perasaannya pada Yuu itu romatic love, bukan sekedar rasa kasihan atau karena mereka dekat seperti keluarga saja. Bingung kan???

Review Yesterday wo Utatte


Masuk ke kasus yang terakhir dan yang paling penting *uhuk* foreshadow *uhuk*, yaitu hubungan Haru Nonoka dan Rikuo. Sebenarnya, Haru dan Rikuo ini sudah pernah bertemu sejak Rikuo masih SMA dan Haru SMP. Diluar kesadaran Rikuo, mereka berdua terus bertemu setiap hari di pemberhentian bus yang sama. Dan secara diam – diam Haru selalu memperhatikan Rikuo.

Tentunya rasa cinta Haru pada Rikuo adalah murni romantic love. Karena bisa dibilang Rikuo adalah “love at the first sight” buat Haru. Tapi buat RIkuo, Haru ga lebih dari orang asing. Walaupun perlahan Rikuo sadar betapa besar Haru jadi bagian dari hidupnya.

Jadi intinya, ada 3 bentuk cinta di anime Yesterday wo Utatte ini. Dan ga semuanya bisa diputuskan sesimple mereka harus jadi pasangan. Karna pada dasarnya ga semua cinta harus jadi pasangan

.

>>>>>>>>>> FINAL WARNING <<<<<<<<<<
Kalo kamu belom baca manganya sampe selesai atau ga mau tau endingnya dari sini, silahkan bacanya selesai sampe sini aja. Nonton dulu animenya sampe tamat atau baca manganya yg udh tamat, abis itu balik lagi ke sini. Soalnya saya abis ini saya bakal ngomongin endingnya. Jadi bakal ada MAJOR SPOilER.

Baper Yang Ga Harus Jadi Cinta


Salah satu alasan kenapa anime Yesterday wo Utatte punya rasa yang beda dari anime – anime lain adalah karna tiap tokohnya bisa menyikapi masalah dengan sikap dewasa. Memang dari awal, Sing ‘Yesterday” for Me adalah manga Seinen bukan Shonen.

Contohnya adalah bagaimana cara Rikuo dan Shinako menyikapi perasaannya pada masing – masing. Seperti yang udah dijelaskan tadi, Rikuo dan Shinako pertama kali dekat sebagai teman. Tapi Rikuo menyimpan rasa cinta yang lebih besar dan ingin menjalaninya sebagai pasangan.

Di sisi lain, Shinako belum bisa membuka hatinya untuk cinta baru. Tapi ia mencoba dengan cara menjalani hubungan baru bersama  Rikuo meskipun keduanya tidak secara resmi menjadi pasangan (lovers).

Shinako berpikir mungkin ia bisa merasa nyaman dan siap untuk cinta baru dengan Rikuo. Di sisi lain, Rikuo siap menunggu berapa lama pun untuk Shinako.

Review Yesterday wo Utatte


Tapi, kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi. Hubungan dibuat antara Shinako dan Rikuo ga membawa mereka berdua kemana – mana. Justru, keduanya malah merasa saling terikat atau stuck satu sama lain.

Meskipun udah berkali – kali kencan, dinner, bahkan Shinako udah punya kunci duplikat apartment Rikuo dan masak sarapan untuknya setiap hari, tapi yang namanya cinta ga bisa muncul karena dipaksa. Shinako tetap punya perasaan “unease” tiap ia mikir kalo nanti ia harus melupakan Yuu.

Di sisi lain, Rikuo justru sadar betapa penting peran Haru dalam hidupnya sehari – hari. Meskipun dari awal mereka berdua orang asing, tapi waktu & usaha dari Haru buat dirinya selama beberapa bulan belakangan bikin pikirannya makin dilematis.

Hingga akhirnya, keduanya sadar bahwa perasaannya pada satu sama lain tidak bisa dikatakan sebagai cinta. Selama hubungan mereka berjalan, baik Rikuo maupun Shinako hanya berbohong pada diri masing – masing dan menganggap bahwa hal tersebut adalah satu – satunya jalan jika mereka berdua ingin terus bersama.

Review Yesterday wo Utatte


Padahal, tidak semua rasa cinta harus diaplikasikan sebagai pasangan. Seperti yang udah dikatakan tadi, cinta datang dengan bentuk yang berbeda – beda berdasarkan siapa orangnya. Dalam kasus Rikuo dan Shinako ini, mereka berdua hanya punya perasaan cinta sebagai teman saja. Bila dipaksakan menjadi pasangan, cepat atau lambat keduanya akan saling dihantui kebohongan pada perasaan asli yang mereka miliki.

Long story short, Rikuo dan Shinako memutuskan untuk mengakhiri hubungan sebagai pasangan kekasih. Tapi keduanya melanjutkan hubungan sebagai teman dekat dan tetap menyimpan perasaan masing – masing.

Menurut saya, ini adalah salah satu pelajaran kehidupan yang bisa dipetik dari mangan Yesterday wo Utatte. Bahwa gak semua rasa cinta atau perasaan suka harus dilanjutkan dengan jadi pacar. Apalagi bila hubungan tersebut awalnya dari sebagai teman dekat.

Satu hal lagi, walaupun rasanya agak mustahil kalo bisa jadi temen deket buat kedua kalinya setelah pacaran dan putus, tapi inilah yang saya maksud dari cara para tokoh Sing “Yesterday” for Me menyikapi semua hal dengan dewasa. Termasuk yang berhubungan dengan perasaan. Perlu sikap dewasa baik dari laki – laki maupun perempuan buat bisa terima mantannya sebagai teman dekatnya lagi.

Review Yesterday wo Utatte


Nah, itu aja buat review Yesterday wo Utatte dari saya. Artikel ini kayanya udah terlalu panjang, saya jadi ga yakin bakal ada yang baca sampe abis XD. Tapi apa anime ini recommended buat ditonton? Kalo kamu suka anime drama seinen, Sing “Yesterday” wo Utatte wajib banget jadi wishlist tontonan kamu di musim Spring 2020 ini.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments